Saturday, September 4, 2010

surat pendek untuk kawanku

Kawan.. Aku sedih. Rasanya ingin aku menangis dan berteriak sekaligus tertawa. Mungkin kau akan mengatakanku hilang akal. mungkin benar kawan.. Aku mulai kehilangan akalku.

Jika kau bertanya mengapa, aku pun tak tahu mengapa. Dan jika kau bertanya sejak kapan, aku puun tak tahu sejak kapan. Tapi kawan, aku tahu, aku tidak sedang baik-baik saja..

Beberapa kali aku memimpikan hal yang sama dalam anganku. Aku bermimpi tentang rumah kecil ditengah hamparan padang rumput. Tidak ada apapun disana selain sebuah rumah dan sepadang rumput, namun hatiku merasa nyaman dan sangat ingin berada disana..

kawan, aku lelah. Sangat lelah.. Aku berharap akan sebuah rumah untukku berlindung. Biar saja rumah itu kecil. Tapi paling tidak aku bisa mengistirahatkan hatiku yang lelah. Aku berharap untuk satu pelukan saat ini, untuk meyakinkanku bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Aku merasa sepi kawan. Yang kurasakan belakangan hari, hanyalah sedih, gundah, kuatir, dan kecewa..

Aku kesepian dan lelah dan terluka

Kawan, aku ingin menangis sampai tidak tersisa lagi hal yang bisa ku tangisi.

Kawan, aku mau kau untuk menemaniku sekarang. Aku butuh kau yang menemaniku dalam sedih dan sepiku, tanpa sepatah katapun yang perlu diucapkan..

Aku sedih.
Aku sepi.
Aku marah.
Aku kecewa.
Aku sakit...

No comments:

Post a Comment