Saturday, January 19, 2019

When Love Arrives

I knew exactly what Love looked like … in 7th grade.
Even though I hadn’t met Love yet, if Love had wandered into my home room I would have recognized him at first glance – Love wore a hemp necklace.
I would have recognized her at first glance – Love wore a tight French braid.
Love played acoustic guitar, and knew all my favorite Beatles’ songs.
Love wasn’t afraid to ride the bus with me.
And I knew I just must be searching the wrong class room, just must be checking the wrong hallway.
She was there, I was sure of it.
If only I could find him.
But when Love finally showed up – she had a bull cut!
He wore the same clothes everyday for a week.
Love hated the bus.
Love didn’t know anything about the Beatles.
Instead, every time I tried to kiss Love, our teeth got in the way!!!
Love became the reason I lied to my parents. I’m going to Ben’s house.
Love had terrible rhythm on the dance floor but made sure we never miss a slow song.
Love waited by the phone because she knew if her father picked up that’d be “Hello”… “Hh..” “Hello?” “Hh…” “I guess I’d hang up.”
And Love grew.
Stretched like a trampoline.
Love changed.
Love disappeared, slowly, like baby teeth.
Loosing parts of me I thought I needed.
Love vanished.
Like an amateur magician everyone could see the trapdoor but me.
Like a flat tire – there were other places I had planned on going.
But my plan didn’t matter.
Love stayed away for years.
And when Love finally reappeared, I barely recognized him.
Love smells different now, had darker eyes.
A broader back, Love came with freckles that I didn’t recognize.
New birth mark – a softer voice.
Now there were new sleeping patterns.
New favorite books.
Love had songs that reminded him of someone else.
Songs Love didn’t like to listen to, so did I.
But we found a park bench that fit us perfectly.
We found jokes that make us laugh.
And now Love makes me fresh homemade chocolate chip cookies.
(But Love will probably finish most of them for a midnight snack.)
Love looks great in lingerie but still likes to wear her retainer.
Love is a terrible driver, but a great navigator.
Love knows where she’s going, it just might take her two hours longer than she planned.
Love is messier now.
Love is simple.
Love uses the word boobs in front of my parents!
Love chews too loud.
Love leaves the cap off the toothpaste.
Love uses a smiley face in her text messages.
And turns out… Love shits.
But Love also cries;
And Love will tell you “You are beautiful”, and mean it.
Over and over again.
You are beautiful.”
When you first wake up, “You are beautiful.”When you’ve just been crying, “You are beautiful.”When you don’t wanna hear it, “You are beautiful.”When you don’t believe it, “You are beautiful.”When nobody else will tell you, “You are beautiful.”Love still thinks, “You are beautiful.”But Love is not perfect and will sometimes forget.
When you need to hear it most, “You are beautiful.”
Do not forget this.
Love is not who you were expecting.
Love is not what you can predict.
Maybe Love is in New York City already asleep.
You are in California, Australia, wide awake.
Maybe Love is always in the wrong time-zone.Maybe Love is not ready for you.
Maybe you are not ready for Love.
Maybe Love just isn’t the marrying type.
Maybe the next time you see Love is 20 years after the divorce.
Love looks older now but just as beautiful as you remember.
Maybe Love is only there for a month.
Maybe Love is there for every firework. Every birthday party. Every hospital visit.
Maybe Love stays. Maybe Love can’t. Maybe Love shouldn’t.
Love arrives exactly when Love is supposed to and Love leaves exactly when Love must.
When Love arrives, say, “Welcome. Make yourself comfortable.”If Love leaves, ask her to leave the door open behind her.
Turn off the music. Listen to the quiet.
Whisper, “Thank you for stopping by.”










PS. This is one of the most beautiful modern poem that i ever read ( and watch). And it will make me feel so guilty if i didn't share it with other. :)

Tuesday, January 15, 2019

SHE

I found my quote of the year.

“She was chaos and beauty intertwined. A tornado of roses from divine.” 
― Shakieb Orgunwall

Keren kan? Dan seketika gue langsung penasaran, siapakah manusia dibalik kata-kata keren ini. Dan penemuan gw, sangat anti klimaks. Gw pikir dia penulis, atau siapa gitu lah. Gw ga nemuin apa-apa, selain dy bikin kutipan-kutipan keren lainnya. Tapi, karena kutipan nya emang pada oke, yaweslah, tak apa-apa. 

Semoga taon baru ini, gw bisa menjadi seperi kutipan di atas. A beautiful chaos! :)

Tahun lalu itu, uda jelas banget bukan tahun terbaik yang gw lewati. Gw kehilangan banyak hal penting dan berharga. Dan tau kan kutipan yang bilang, kalo kita tuh baru sadar kehilangan sesuatu yang berharga saat hal itu hilang. Itu bener banget, dan yang kesisa cuma penyesalan. Gw berharap gw uda ngelakuin lebih dari yang udah gw lakuin, tapi waktu yang uda lewat ga bisa berubah.

Sambil nyapuin debu-debu di pojokan blog ini, gw sedih ngeliat angka tulisan yang menurun drastis beberapa tahun belakangan. Hahaha. Semakin tua ya, rasanya waktu yang gw punya ga sebanyak dulu, 24 jam itu ga cukup. Dan saat punya waktu luang, gw memilih untuk ngelakuin hal-hal lain, misalnya tidur atau main game. Hal-hal ga produktif semacam itulah. :') Dan penyebab lainnya, mungkin semakin tua, rasanya gw semakin introvert dan tertutup. Jadi males sharing ini-itu, males bercerita tentang hidup gw, males curcol soal kegalauan yang ga penting. Ga kayak zaman dulu banget waktu masih ABG, apa juga ditulis, macem ga ada filter. Hahahaha

Setelah mulai nulis beberapa kalimat disini, it feels good. Rasanya gw kayak diingetin kenapa dulu gw mulai bikin blog ini. Dan gw cukup seneng sih, karena gw ga perlu jaim dan buat pencitran hidup yang cantik dan sempurna disini. No pressure at all. 

"Emang ga mau apa blognya jadi terkenal? Kan nanti bisa dapet duit dari situ! Bisa buat jalan-jalan loh."

Ya mau sih. Tapi rasanya ga disini. Too much pressure, dan gw bakal lebih sedih lagi kalo gw jadi ga jujur dan bikin pencitraan disini. Gw belajar 1 hal di zaman sosial media ini. Personal branding itu super penting! Penyebab Awkarin ga pernah dilirik brand gede padahal follower dia uda pake huruf "m", atau penyebab Amrazing bisa jadi selegram papan atas walaupun mulutnya sering nyebelin, semua tak lain dan tak bukan karena personal branding. Wong beha kolor aja sama-sama beli di Bangkok, tapi dengan personal branding yang bagus, si brand XX bisa jual dengan harga 2-3x lipat dari harga  jual di toped kok. Jadi, intinya kalo gw mau dapet duit dari sini, gw harus bikin personal branding yang bener dulu. Yah, nanti deh, setelah tau apa yang mau gw jual. 

Selamat tahun baru (lewat 15 hari)! 
Semoga tahun ini bisa lebih banyak menulis. Dan lebih sedikit galau. Dan lebih berani dari tahun sebelumnya.

Saturday, November 3, 2018

Thursday, October 18, 2018

A Little Prince, Rachmaninoff, dan L'enfant et Les Sortileges

Udah jadi semacam kebiasaan jelek, hal pertama yang dibuka kalo megang HP itu instagram, dan ngeliat-ngeliat IGStory orang-orang yang gw follow. Ini nih yang bikin gw selalu berasa gw butuh social media detox. Tapi, mungkin lain kali aja baru gw tulis soal itu. Kalo masih inget untuk ditulis di kali yang lain. :)

Sambil ngegeser story orang-orang ini ke samping, jari gw berhenti di story seseorang.

Lucu rasanya. Semalam, waktu ngeliat orang-orang di atas pangung, ngeliat konduktor, ngeliat piano, seseorang ini selalu lewat di kepala gw. Dan ternyata, kami berada di tempat yang sama semalam. Aneh. Orang yang gw kangenin banget, ternyata berada 1 ruangan dengan gw, berdecak kagum dengan pianis yang sama yang memainkan Rachmaninoff, mungkin membayangkan imaji yang sama tentang pangeran kecil dan bunga mawarnya dan tertawa melihat si "kucing" kucing jantan dengan bariton meow nya.

Setelah gw pikir, wajar banget dia ada disana. Toh itu kan dunianya sekarang. Yang ada, mungkin dy yang heran kalo ngeliat gw ada disana, ngapain ini bocah nonton beginian. Hahaha. 

Satu hal yang gw pelajari dari kangen. Mintalah, maka kamu akan mendapatkan. Sapalah, maka kangenmu (mungkin) akan terobati. Kalo kangen doang tanpa usaha, errr, makan tuh kangen. Yang ada lose contact dan akhirnya cuma bisa meratapi memori yang tersisa. Tapi emang sih, ga semua kangen ini segampang ini solusinya. Ada kangen-kangen yang jauh lebih merepotkan dan ga ada obatnya. Contohnya: kangen Papa. 

"you will never know how much you love someone until they're gone."

Sering banget kan denger kutipan ini? Gw tau kutipan ini bener, tapi ya, waktu ngerasain sendiri, rasanya ga enak banget. Emang bener, penyesalan selalu dateng terakhir. Waktu orangnya uda ga ada, baru kepikirin banyak "what if" yang uda ga ada gunanya lagi sekarang. 

Di sudut pojokan hati gw, kadang gw masih berasa ga percaya kalo gw ga bakal ketemu lagi. Uda ga bakal ada lagi yang ngoceh-ngoceh kalo uda mau tengahmalem tapi gw masih belom bobo, ga ada yang nyuruh-nyuruh bersihin mobil atau ambil ini itu, ga ada ngocehin pritilan ga penting lagi di rumah, ga ada yang nyuruh garuk-garuk punggung lagi, ga ada yang rese lagi kalo gw mau pergi jalan-jalan, tapi juga ga ada yg rese lagi karena dy perhatian sama gw. Kalo gw pikir-pikir, segala kereseannya itu, sebenernya buat kebaikan gw. Dan sekarang, si papa rese itu uda ga akan pulang lagi ke rumah.

Rasanya aneh. Dan sedih.

Serius, kangen itu menyedihkan.

i miss you, cece.

i miss you a little bit too much, Papa.


Saturday, February 17, 2018

Somehere only i know

Let's stop pretending
Pack my luggage,
hold a one way ticket
to somewhere far away
with nobody i know
and no pressure will be
somewhere only i know


Friday, February 9, 2018

i can (not) be your hero, baby

What is the “Hero Syndrome”? 
It is an unconscious need to be needed, appreciated or valued that disguises itself as a good thing, but threatens to make you bitter and to overextend you. This insidious need will get met when you say yes and overpromise what you can deliver in order to be liked, please other people, or avoid the perceived consequences of saying no.

Pernah denger sindrom aneh di atas? Gw lupa tau soal sindrom ini darimana. Mungkin dari komik atau novel yang pernah gw baca. Dan setahun terakhir ini, gw mulai bertanya-tanya, apa mungkin gw punya sindrom aneh ini?

i tend to please everyone around me.
i'll be the one to stay late or start early.
i have a great satisfaction to be the only one who can solve a problem.
and i'll drop everything to help.

Tapi kalo dipikir lagi, gw masih bisa bilang NO kok. Dan gw ga berasa overhelmed dengan apa yang gw lakuin. Ya mungkin karena gw males juga kali ye. Jadi kalo uda berasaini nyusahin banget dan bukan tanggung jawab gw, i don't really put my mind into it. Jadi mungkin gw emang belom sampe taraf jadi "hero", tapi dalam perjalanan arah sana kalo gw tetep berusaha nyenengin semua orang.

Gw selalu berpikir, di senyumin orang itu menyenangkan. Dan dengan ngebantu orang lain, mereka bakal senyum ke gw. Rasanya kesel & cape yang gw kerjain langsung menguap begitu mereka ngasih "thanks" and smiling!

Kalo kata Ipin, dia bilang gw baek dan naif. Ya gw tau sih, orang baek ga ada yang ngaku-ngaku baek. Makanya gw bilang tadi, itu kata Ipin. Hahahahaha. Kalo kata si guru di film Wonder, "if you have to choose being right or being kind, choose kind". And i do it. Karena menurut gw, berbuat baik itu lebih gampang dari berbuat bener. Gw kan maunya yang gampang-gampang aja. :D

But to survive in this world, you can't choose kind. You must being right.
Karena baek aja ga cukup.
Dan gw belajar, lebih baik jadi licin, aktif, rajin, ulet, dan pekerja keras.
Daripada pinter, pengertian, dan baik. :')

Tuesday, January 2, 2018

Yes, i know. I will [not] survive

"Sejak awal tidak ada resolusi. Resolusi hanyalah sebuah semangat yang dibingkai di awal tahun yang kemudian akan dilupakan di hari kedua, ketiga, dan seterusnya. Yang dilakukan hanyalah berusaha tetap bertahan hidup hingga di penghujung hari. "

Kutipan di atas tadi diambil dari postingan tahun baru dari Teras Imaji. Dan tau ga, itu bener banget! Lol. Setelah gw pikir-pikir, resolusi taon baru gw dari taon ke taon ga ada yang berjalan lancar. Boro-boro ada kemajuan, kemunduran sih banyak. :') Etapi, taon lalu gw berhasi membuang 6kg dari badan gw loh! Aku senang! Ini pertama kalinya gw berhasil turunin berat lebih dari 5kg. Muahahahahahahhaa.

Di agenda baru gw, gw uda nulis beberapa resolusi taon baru, dan komentar Robert: "Resolusinya klasik banget!" Yah, bener juga sih. Sebenernya tiap taon itu resolusi gw ya itu-itu ajalah. Cuma mengulang resolusi taon sebelomnya di tambah bumbu-bumbu minat baru disana-sini. Dan biasanya mulai gw lupain bahkan sebelum bulan pertama berhasil gw lewatin.


"Happy new year" is an empty wish. Nobody can ensure the next 365 days will be happy. Everyone gets sad sometimes. Sure, you can spend a day being happy. Maybe a week. But 365 days is too long


Don't you agree?



In the end, i'm just trying to survive. Again.
Because life is hard. But death isn't an option too.




Selamat tahun baru bagi yang merayakan. Dan mengutip Cyanide and Happiness:

"SURVIVE A NEW YEAR!"