Monday, October 4, 2010

sepatah kata tentang ''bahagia''

Setiap orang menginginkan kebahagiaan untuk dirinya masing-masing. Mana mungkin ada orang yang berharap agar tertimpa kejadian yang buruk.

Setiap orang juga pernah bukan? Merasa tersakiti, terluka, dan kecewa. Merasa seakan-akan dunia mengecil dan menghimpit pikiran kita. Sehingga yang tersisa hanya sedih, kesal, dan amarah.

Karena kebahagiaan itu tidak juga datang, namun perasaan tersakiti datang tanpa pernah diundang, wajarkah jika seseorang menjadi sinis terhadap dunia disekelilingnya? Melihat orang lain tertawa mendapatkan sesuatu yang sangat kita inginkan, sedangkan yang bisa kita lakukan hanya melihat tanpa memperoleh kebahagiaan itu sedikitpun. Wajar bukan jika rasa iri itu tumbuh dengan subur? Dan apakah masih wajar jika rasa iri itu keluar dalam bentuk mulut pedas yang tak menyenangkan?

Ntah wajar atau tidak, tetap saja tidak ada yang bisa disalahkan..

Semua orang ingin menggengam kebahagiaannya sendiri. Apa tidak bisa semua orang merasa bahagia tanpa perlu ada pihak yang bersedih..?

*.coret-coret super geje sebelum tidur. Hehehehe.*

Gw ga tau apa sekarang g uda mencapai ''bahagia'' itu. tapi g sadar satu hal, kebahagiaan g bukan berasal dari hal-hal yang besar, justru dari hal-hal kecil yang remeh dan sangat ga penting, bisa bikin g tersenyum dengan tulus, contohnya sepotong cake coklat dari Secret Recipe yang waktu itu g makan bareng dia. Ntah coklatnya, ntah suasananya, ntah dianya, ntah hujannya, tapi g ngerasa seneng banget waktu itu..

Kenapa yaa, hal-hal yang mmenyenangkan ga bisa berlangsung untuk seterusnya..? Kenapa harus ada akhir untuk cerita yang bahagia..?

No comments:

Post a Comment