Thursday, November 14, 2019

PEKAT

"Kini semua terlalu pekat
Untuk dikenang dalam angan
Lama coba berjalan
Nyata tak satu tujuan
Janji-janji bersama
Menghilang seketika
Lama coba bertahan
Benar aku masih cinta
Namun bukan begini adanya
Biarlah usai"

Yura Yunita ft. Reza Rahadian -  Pekat



Waktu pertama kali denger lagu ini, yang pertama kali kepikiran itu: Lagunya bagus! Melodinya maksud gw. Slow pop yang punya vibe mellow dan cocok banget didengerin malem-malem sebelum tidur, atau waktu lagi nyetir sore sambil liatin sunset di Flyover Pesing. Awalnya denger pun karena ada Reza Rahadian yang nyanyi. Cuma pengen tau, kalo dia nyanyi kayak apa sih? Apa suaranya akan kedengeran sintetik banget? 
Di kali kedua lagu ini diputar. Tepat setelah yang pertama, baru sadar dengan liriknya. Tau kan sound effect "JLEB!", yang kalo di film kartun itu bentuknya panah yang nancep langsung ke hati? Begitu yang gw rasain waktu pelan-pelan mencerna cerita di lagu ini. ME! It's me! Is it me, right?? Langsung lupa sama tujuan awal mendengarkan lagu ini. Rasanya dari baris pertama sampai huruf terakhir sebelum lagunya selesai, gw bisa ngerti. Banget. Saking ngertinya, abis muter yang ketiga kalinya ( setelah yang kedua selesai), rasanya sesak. 

Exactly how i feel. Terlalu pekat. Terlalu lama berjalan. Janji-janji yang menghilang. Dan mungkin memang sudah seharusnya, cerita ini usai dari bertahun-tahun yang lalu. 

Masih di hari yang sama, gw langsung nge-WA belahan jiwa gw. Langsung curhat semua kegalauan gw. Dan jawaban dia pun masih tetap sama, kayak jawaban yang uda gw teriam bertahun-tahun. Dan jawaban yang gw sendiri pun uda tau jawabannya tanpa harus bertanya kiri kanan ke semua orang terdekat gw. 

Walaupun ga dapet jawaban baru, tapi lumayan. Curhat ke seseorang sedikit bikin bisa bernapas. dan di waktu kayak gini, gw sungguh bersyukur punya Sonia. Soulmate yang dikasih sama Tuhan buat gw. Yang tanpa banyak ngomong, bisa ngertiin gw. 

Baru-baru ini gw baca, selama masih punya previlege untuk memilih: BERSYUKURLAH! 
Bisa memilih mau makan nasi goreng tek-tek atau bakmi Asui.
Bisa memilih mau bobo siang atau nonton drama Korea.
Bisa memilih untuk jalan ke German atau kerja di kantor.
Bisa memilih untuk lari pagi atau bangun siang.
Bisa memilih untuk bertahan atau melepaskan.

Lebih gampang diucapin (read:ditulis) daripada dikerjain.
Gw selalu membuat satu lagi alasan untuk bertahan setiap kali mulai galau. Lalu ditunda lagi sampai waktunya galau lagi di waktu yang sama: sebelum tamu bulanan datang berkunjung. Semacam ada di lingkaran setan yang selalu bikin gw bingung, harus keluar dimana.

Sebenernya ya, gampang kok.
Modal nekat, said it loud, dan jangan pikirin hasil akhirnya.











yeah, if only it will be that easy.

No comments:

Post a Comment