Hello!

Monday, July 20, 2026

I start to think that i am not an introvert

Why?

Because i love being in a community!

Setelah di telusuri, sejak SMA itu aku selalu ada di tengah komunitas. Paskibra dan Modern Dance waktu SMA. Do i love dance? Yes, i enjoy it a lot. Am i good enough? Kayaknya sih 6/10 ya skornya. :') Apa merayap di bawah mobil dan senewen setiap upacara itu menyenangkan? Jelas tidak. But i love the people! Dibanding sekarang, kayaknya waktu SMA ngomongnya lebih sedikit sih. Mungkin juga karena dikelilingin orang yang lebih vokal. Tapi, somehow tiap ngumpul itu, energinya kayak selalu ada.

Lalu lulus SMA, masuk ke masa kuliah. Sedari awal banget uda tau bakal ikut apa dan masuk kemana. Dan somehow, ternyata setelah dijalani, ga cuma enjoy di Marsi aja, tapi juga mingle di DPM dan BEM FT pun menyenangkan. I enjoy (almost) every second with them. 

Lalu mulailah pacaran dan kerja. Hampir semuanya berhenti. Pulang kuliah harus langsung naik kopaja buat ngelesin. Atau kalo ada waktu luang, sibuk pacaran dan lupa temen. Dari pacar satu ke pacar berikutnya. Mungkin dari sini kali ya, i start to lose my self. Dan akhirnya merasa, oh, aku introvert, ga suka gaul, males ketemu orang. 

Sampai akhirnya sejak 3 tahun lalu, time is all i have. Kabarnya, time will mend a broken heart. lol. Ada benernya sih. I do a lot of thing. Met a lot of people outside my job. Kalo dipikir, kayaknya 3 tahun terakhir aku kenalan sama lebih banyak orang dibanding 17 tahun sebelumnya. And most of the time, i have fun!

Misalnya human design gathering tahun lalu. Siapa sangka pertemuan yang harusnya cuma sekitar 2 jam, berlanjut terus sampai tengah malam dengan topik ngalor ngidul. Atau got my first sleep call? Ternyata cukup menyenangkan sih. hahahaha. Atau acara nyate ke Puncak di awal bulan yang jadi trip ke Puncak terlama seumur hidup karena butuh waktu hampir 7 jam, but i dont regret it at all and definetely will do it again in a heartbeat. Atau mungkin acara annual jalan bersama the sisters, from dark til dark. Energinya berasa ga habis-habis. Kalo pinjem omongan Steve Rogers, i can do it all day.

Dan persamaan dari semua hal di atas adalah The People. Dengan orang-orang yang tepat, turn out, i talk and laugh a lot. Lol. Ternyata aku tidak sependiem yang aku pikirkan. Dan juga rasanya bukan pendengar yang baik-baik amat karena ternyata aku punya kecenderungan buat motong omongan orang lain buat diselesaikan sendiri. Hal yang baru tahun ini banget aku sadari.

20 tahun lalu, waktu telponan berjam-jam sama salah satu temenku, most of the time, i was a listener. Mendengarkan dan menanggapi, tapi tidak ikut bercerita. Kalo sekarang, bisa-bisanya ngobrol sama Vani sampe hampir tengah malam dan ga sadar kalo uda semalam itu. Atau on call for 4 hours yang berhenti pun karena merasa perlu tidur dan besok harus kerja. Somehow, i met a side of me that i didnt know exist. And i love this side of her. More talkative and very curious one. 

Mungkin sebetulnya, kalo dipikir lagi, i need others to recharge. Dulu waktu Sonia masih kerja di seberang, setiap mengalami hari yang buruk, pasti pulangnya langsung ngajak Sonia buat ketemuan. Atau sekarang, sejak ga ada dia, (thank God) ngajak Vilca buat keluar makan. Bahkan beberapa malam lalu, karena lagi ngerasa "in a dark place", akhirnya ikutan group call. Mungkin ternyata semua interakdi itu bukan cuma soal nyari distraksi, tapi juga mengisi energi yang udah butuh dicharge lagi.

Dont you think it is an Extrovert trait? I got the energy from the people. Ternyata yang aku perluin sebetulnya cuma orang yang tepat buat menanggapi semua pertanyaan, bisa bercerita dan mau mendengarkan. 

If you ever met me in real life, what do you feel when you talk with me?

No comments:

Post a Comment