Baru-baru ini sempet ngadu bacot ringan sama manusia random di threads. Dikatain ga paham agama yang kemudian tentu saja gw iyakan karena emang kenyataanya begitu. Ilmu agama gw lebih cetek dari pohon toge. Ikut misa aja malessssss banget. Ada bagusnya juga sih per tahun ini ikut choir group, jadi paling engga satu bulan sekali ke gereja. Uda kemajuan banyak dari yang sebelumnya ke gereja pas NaPas aja. hahahaha
Percayalah, walaupun uda jadi Katolik sedari belom bisa ngomong, tapi sejujurnya ga ada satu pun ayat alkitab yang nyantel di kepala atau berkesan dan mengena di hati. Sama sekali ga ada. Nyebut nama 12 rasul juga ga bisa. Mentok-mentok cuma inget 4 kitab pertama di Perjanjian Baru, itu pun sambil nyontek dari patung 12 rasul di geraja pas misa.
Sampai hari ini.
Yesaya 60 ayat 22, bunyinya: "The least of you will become a thousand, the smallest a mighty nation. I am the LORD; in its time I will do this swiftly."
dengan kata lain, When the time is right, The Lord will make it happen.
Ntah kenapa pas baca sebaris kalimat ini tuh kayak bergaung kenceng banget di hati. Mungkin karena uda beberapa kali merasakan kalo God's Time is the best time. Mungkin juga karena uda cape naro harapan. Jadi sekarang kayak pengen terserah Tuhan aja deh mau gimana. Aku ngikut aja jalannya mau dibikin gimana.
Tapi, tetap aja kadang rasanya pasrah ini berubah jadi ga sabar. Kapan sih? Kenapa engga sih? Kok dia aja bisa, kenapa aku engga? Giliran aku kapan? Kenapa ceritaku ga bisa kayak cerita orang lain?
Kadang lupa, kalo emang waktunya belum tepat, ya belum akan terjadi. Everythings has its own timeline.
When the time is right, The Lord will make it happen.
No comments:
Post a Comment